Kamis, 25 September 2008

AWAL BENCANA MUSLIM

Bencana ummat islam pada masa awal islam, dimana sudah terjadi perselisihan dan perpecahan antar kekuatan, terutama sekali yang berkaitan dengan politik dan keinginan berkuasa salah satu pihak. Ada yang mengatakan bahwa kejadian-kejadian perselisihan dan perang saudara pada masa awal islam (setelah rasul wafat) membuktikan bahwa islam tidak bisa menjadi pegangan untuk keselamatan pengikutnya apalagi untuk rahmatan lil’alamin. Dengan alasan ini pula para pembenci islam berusaha menjatuhkan citra islam dengan berbagai trik dan pemutarbalikan fakta untuk mendukung misi mereka merontokkkan keyakinan islam.

Beberapa hal yang perlu dicermati dari perselisihan umat islam di masa-masa awal adalah:
1. Banyak pihak asing (non-islam) yang bersekutu dengan orang islam munafiq yang berusaha menyelewengkan ajaran dan aqidah islam. Mereka ini bahkan telah ada semenjak masa rasul masih hidup. Mereka biasa menghasut (provokasi), merusak tatanan yang telah diperintahkan nabi, dan lain sebagainya, sehingga muncul ketidaktentraman sosial yang selanjutnya dengan stabilitas kurang tertata, mereka sedikit demi sedikit membelokkan Alquran dan Sunnah dengan dalih untuk menyelesaikan masalah-masalah baru yang semakin kompleks. Usaha ini banyak mencapai keberhasilan karena sang pemersatu pemikiran umat islam yaitu Muhammad saw telah wafat. Pemikiranpun berkembang kemana-mana susah untuk diarahkan dan dikendalikan. (Keadaan Indonesia sekarang serupa dengan masa-masa awal islam tersebut, banyak konflik ditambah adanya provokator yang mengail di air keruh).

2. Mulai adanya perubahan tatanan sosial dari islam sederhana ke islam yang kaya, megah dan berwilayah luas. Berkaitan dengan hal ini banyak peraturan yang dimunculkan dengan maksud menyelesaikan masalah tapi selalu saja ada yang menunggangi dan seringkali bermuatan politis. Diantaranya:

a). Khilafah bil intikhab dirubah sepihak menjadi khilafah bil waratsah.
b). Khalifah memakai jasa pengawal (pasukan khusus) bahkan di dalam Masjid.
c). Khalifah menggunakan singgasana dan baju kebesaran.
d). Muncul pembesar-pembesar egois memaksakan kehendak/kewenangannya.
e). dan lain sebagainya (bagi para ahli sejarah silahkan beri contoh lainnya).

Hal-hal tersebut banyak memicu kontroversi bagi umat, ada yang diam, setuju, dan ada yang menolak. Tatanan baru yang dimunculkan dan menjauhi tatanan islam itulah yang memberi celah bagi pihak-pihak tertentu (provokator) untuk mengembangbiakkan konflik dan menjauhkan pola pikir islami. Maka dengan menjauh dari aturan islam itulah yang merusak islam, bukan karena dijalankannya syariat islam.

Manusia adalah tempat salah dan lupa. Begitupun orang-orang islam yang dekat dengan masa awal islam. Sebagian ada yang tersilap, terdorong nafsu, dan lain sebagainya, tidak tertutup kemungkinan berbuat salah dan dosa. Ketika manusia yang salah itu tidak mau kembali lagi kepada ketetapan Alquran dan Sunnah maka muncullah anak-turun dan pengikut-pengikut generasi berikutnya yang juga terdidik dengan salah, apalagi didorong rasa cinta yang berlebihan kepada pendahulunya akhirnya memunculkan aliran sempalan baru dan semakin melenceng. Bukan karena menjalankan syariat terjadi perpecahan, tapi karena tidak mengikuti syariat itulah yang menambah keruh permasalahan.


Poin-poin penting yang harus diperhatikan:
1.Perbedaan dalam islam diperbolehkan dan bahkan menjadi rahmat, apabila kita mengerti ilmunya

2.Islam terpecah karena menjauhi syariat, bukan karena menjalankan syariat.

3.Perusak dan pemecah belah islam pada masa awal islam bukan dimunculkan oleh para sahabat nabi, tapi karena adanya dorongan dari para penghasut (provokator) dari munafiq maupun dari non islam.

4.Komunitas-komunitas islam banyak muncul sempalan adalah dikarenakan kebodohan umat yang mendapat pendidikan dan pengajaran oleh orang-orang sesat.
Ketidaktegasan pemimpin umat dalam meredam kegiatan-kegiatan orang-orang dan kelompok sesat dalam menyebarkan ideologi menyimpang mereka.

Tidak ada komentar:

DonkeyMails.com: No Minimum Payout